CALIFORNIA – Fb selama beberapa bulan berusaha menghapus hoax ataupun palsu yang beredar pada layanannya. Perusahaan sudah menyatakan fitur untuk membasmi hoax itu.

Dikutip Washingtonpost, Kamis (22/12/2016), Fb bekerjasama dengan Poynter International FactChecking Networks, yang meliputi grup seperti contoh Snopes dan juga Associated Press untuk mengevaluasi artikel yang di tandai oleh pemakai Fb.

Apabila artikel tertentu tak lolos pengujian untuk fact-checkers, Fb akan melabelkan kapanpun pemakai mem-posting ataupun berbagi. “Saya mempunyai tanggungjawab untuk menurunkan penyebaran berita palsu di platform saya,” jelas Adam Mosseri, Fb Vice President of Product Development.

Mosseri berkata, jejaring sosial hendak menjadi area, di mana orang-orang dengan bermacam opini dapat mengekspresikan diri mereka sendiri.

Cara kerja sistem baru di jelaskan menjadi berikut. Apabila ada yang menyebut seorang selebriti meninggal, padahal dia tetap hidup, maka pemakai akan melihat pernyataan bahwa itu diperdebatkan ataupun dibantah.

Pemakai yang mencoba untuk berbagi palsu itu akan menemukan peringatan sebelum nanti mereka memposting. Berita yang di tandai akan muncul jadi lebih rendah di news feed daripada berita yang tak ditandai.

Pemakai pun juga dapat melaporkan berita palsu ke Fb ataupun menyampaikan pesan langsung ke seseorang yang hendak memposting artikel yang belum jelas itu.

Cara Facebook Berantas Berita Palsu
Tagged on:     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *