Salah 1 pihak yang mengkritisi rencana untuk penurunan tarif interkoneksi yakni Federasi Serikat Pekerja BUMN Strategis.

Kepala Federasi Serikat Pekerjaan BUMN Strategis, Wisnu Adhi Wuryono, di akhir Agustus, menyebutkan bahwa rencana penurunan tarif inter koneksi cuma akan menguntungkan operator milik asing. Kalau di aplikasikan, akan merugikan negara yang dalam kondisi ini operator telekomunikasi milik negara yaitu Telkom serta Telkomsel).

Wisnu menilai, selama ini operator yang sudah berkomitmen dan telah membangun jaringan di semua pelosok negeri yakni Telkom Group.

Menurut pemberitahuan Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah, setiap tahunnya Telkomsel membangun sekitar sebanyak15 ribu BTS, termasuk di negara Indonesia bagian timur serta daerah-daerah terpencil. Bahkan di wilayah perbatasan ada 700 BTS lebih milik dari Telkomsel.

Kaleidoskop Tekno Agustus: Polemik Tarif Interkoneksi
Tagged on:         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *